Berita Terbaru

Mesin Vacuum Frying – Mesin Keripik Butir – Bisnis Keripik Butir 2022

Mesin Vacuum Frying adalah sebuah alat yang memiliki fungsi buat menggoreng butir buahan ataupun sayuran dengan memanfaatkan sistem penggorengan hampa udara. Sehingga menghasilkan Keripik Buah yang segar, renyah, rasa butir tidak hilang, sehat, bernutrisi, & lezattentunya. Ada banyak pilihan kapasitas mesin vacuum frying yang mampu anda dapatkan, tentunya sinkron dengan …

Read More »

Produksi Mesin Teknologi Sempurna Guna Alat Mesin Packing Peralatan Masak Bisnis Roti, Kudapan Manis Mesin Resto, Rumah Makan, Food Processing

Alat Vacuum Frying Kapasitas 5 Kg Alat Vacuum Frying Kapasitas 5 Kg ini sangat cocok buat menggoreng keripik buah misalnya semangka, salak, nanas, melon, nangka, apel, mangga, pepaya, dan butir-buahan lainnya. gampang pada penggunaannya & mudah pada perawatannya, terbuat dari bahan vacuum fryer stainless steel jadi sangat aman buat produk …

Read More »

Alasan Di Pulang Dana Bansos Yg Kerap Diselewengkan Page All

KOMPAS.com – Laporan mengenai dugaan penyelewengan dana donasi sosial (Bansos) kerap memenuhi pemberitaan media. Tak hanya sekali, penyelewengan itu bahkan terjadi menurut dulu sampai saat ini, meski dana tadi diperuntukkan buat korban bencana. Dengan nilai aturan yg fantastis, seperti dana bansos virus corona, banyak oknum tergiur buat ikut menikmati dana …

Read More »

Bantuan Gratis Dan Bantuan Sosial

Salah satu hal yang menarik dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan & Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2012 di Propinsi dan Kabupaten/Kota adalah pembahasan aturan terkait Pos Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial. Tarik ulur antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menggunakan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi & Kabupaten/Kota terkait menggunakan adanya ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 32 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemberian Hibah & Bantuan Sosial yg Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang menyatakan bahwa Penganggaran, Pelaksanaan & Penatausahaan, pelaporan & pertanggungjawaban serta monitoring & evaluasi hadiah hadiah & donasi sosial mulai tahun aturan 2012 harus berpedoman pada Peraturan Menteri.  Sejatinya, setiap peraturan yang disusun & dimuntahkan sang pihak yang berkompeten mengeluarkannya tentu dengan maksud untuk berakibat objek yg diatur dalam anggaran itu sebagai lebih baik. Begitupun menggunakan Permendagri Nomor 32 Tahun 2011, kelahirannya dimaksudkan buat menaruh pelatihan terhadap pengelolaan bantuan gratis dan bantuan sosial agar tercipta tertib administrasi, akuntabilitas & transparansi pengelolaan hibah dan bantuan sosial (Bansos) yg bersumber menurut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Sebenarnya sebelum Permendagri ini dimuntahkan pun tiap Kabupaten/Kota rata-rata telah memiliki aturan terkait hadiah bantuan gratis/bantuan sosial yg bersumber berdasarkan APBD masing-masing wilayah. Namun lantaran disparitas penafsiran dan kepentingan masing-masing daerah maka aturan tadi nir seragam dan terkadang nir tegas & jelas. Dengan adanya Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 diharapkan adanya keseragaman, ketegasan & kejelasan pada prosedur anugerah Hibah dan Bantuan Sosial. Seperti kita maklumi beserta, sebelumnya pemberian  Hibah/donasi sosial rawan penyimpangan & politisasi. Sebagaimana dilansir oleh Indonesian Corruption Watch (ICW) atas output penelitiannya beberapa waktu yg lalu terdapat beberapa poin krusial yang wajib  dikritisi terkait anugerah Hibah/Bantuan Sosial dari Anggaran Pemerintah Daerah baik itu Provinsi maupun Kabupaten/Kota: Pertama, adanya lembaga penerima donasi bantuan gratis fiktif. Kedua, lembaga penerima hadiah alamatnya sama serta daftar penerima bantuan gratis jua ditemukan nama penerima yang nir kentara menggunakan alamat yang sama. Ketiga, Adanya aliran dana Hibah/Bantuan Sosial ke lembaga yang dipimpin oleh keluarga pejabat. Dana hibah poly yg dialokasikan pada forum-forum yang dipimpin keluarga pejabat. Keempat, dana bantuan gratis tidak utuh/dipotong. Nilai dana hadiah yang diterima forum nir sesuai menggunakan pagu yag ditetapkan oleh otoritas pengelola keuangan & aset daerah. Satu hal lagi yang sebagai titik rawan hibah/donasi sosial adalah poly terjadinya praktek politisasi belanja hibah/donasi sosial demi kepentingan pemenangan Pilkada & kepentingan politik lainnya. Melihat empiris tersebut maka pelibatan Masyarakat & organisasi kemasyarakatan dalam menjadi sebuah keniscayaan. Dalam kerangka itulah Pemberian Hibah pada Masyarakat dan atau Organisasi Kemasyarakatan sebagai suatu hal yang diharapkan. Di pada kurang lebih kita terdapat sebagian masyarakat yg terkait apa yang dengan apa diklaim resiko sosial. Menurut Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tadi yg dinamakan resiko sosial adalah peristiwa atau kejadian yg dapat mengakibatkan potensi terjadinya kerentanan sosial yg ditanggung oleh individu, famili, grup dan/atau warga  sebagai imbas krisis sosial, krisis ekonomi, krisis politik, fenomena alam dan bala alam yang jika tidak diberikan belanja donasi sosial akan semakin terpuruk & tidak bisa hayati pada syarat lumrah. Terkait resiko sosial itulah kiranya keberadaan donasi sosial sangat diperlukan sang warga  yg mengalaminya. Permasalahannya merupakan bagaimana resiko sosial itu dimaknai dan dipahami secara mendalam sang semua pihak agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Sehingga pemerintah dapat menjalankan fungsinya buat memberdayakan masyarakatnya melalui stimulan dana donasi sosial disisi lain hadiah bantuan sosial itu bisa tepat guna & tepat sasaran. cekbansos.kemensos.go.id  Mekanisme Pemberian Hibah & Bansos Dalam Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 bantuan gratis didefinisikan sebagai anugerah uang/barang atau jasa berdasarkan pemerintah daerah pada pemerintah atau pemerintah lainnya, perusahaan wilayah, warga  & organisasi kemasyarakatan, yg secara sfesifik sudah ditetapkan peruntukannya, bersifat nir harus & nir mengikat, dan tidak secara terus menerus yg bertujuan buat menunjang penyelenggaraan urusan pemerintah wilayah. Secara garis besar  signifikansi perubahan prosedur hadiah hadiah yg diatur Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 berupa, pertama: objek penerima bantuan (seperti yang tercantum dalam definisi pada atas), secara generik wajib  memenuhi kriteria: peruntukannya secara khusus telah ditetapkan, nir harus tidak mengikat & nir terus-menerus setiap tahun aturan, kecuali ditentukan lain sang peraturan perundang-undangan.

Read More »