
Ada banyak macam-macam investasi yang bisa Anda lakukan. Investasi sendiri merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mencapai berbagai tujuan, seperti: membeli rumah atau mobil, membiayai pendidikan anak, atau mencapai kebebasan finansial.
Pada artikel ini, kami akan menjelaskan kepada Anda pengertian investasi dan macam-macam investasi yang dapat Anda lakukan. Yuk langsung saja baca artikel di bawah ini dengan seksama!
Apa Itu Investasi?
Investasi adalah kegiatan menempatkan modal yang berupa uang atau harta berharga lainnya ke dalam suatu benda, lembaga, atau pihak dengan harapan investor akan memperoleh keuntungan setelah jangka waktu tertentu. Investasi sendiri juga dapat disebut sebagai penanaman modal karena harapan untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.
Umumnya, dana atau aset yang diinvestasikan oleh seorang investor atau penanam modal akan dikembangkan oleh lembaga atau pihak yang mengelolanya. Keuntungan dari hasil pembangunan nantinya akan dibagikan kepada investor sebagai kompensasi sesuai dengan ketentuan antara kedua belah pihak.
Investasi biasanya dibagi menjadi dua, yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Berikut penjelasannya:
1. Investasi Jangka Pendek
Bagi sebagian orang yang sedang mencari dana tambahan untuk kebutuhan mendesak, seperti: menambah anggaran untuk membeli rumah, mempersiapkan pernikahan, membayar perawatan rumah sakit, dan berbagai kebutuhan lainnya, investasi jangka pendek menjadi pilihan yang tepat.
Jika dilihat dari segi permodalan, investasi jangka pendek bisa dimulai dengan modal kecil, bahkan tidak sedikit yang memulai dengan modal hanya ratusan ribu rupiah. Namun, meski bisa dimulai dengan modal kecil, investasi jangka pendek juga memiliki risiko. Maka dari itu, investor perlu meluangkan waktu untuk memantau pergerakan saham.
2. Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang bertujuan untuk memperoleh dana segar di masa yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan, baik yang direncanakan maupun yang bersifat darurat, seperti biaya haji atau umrah, biaya perawatan kesehatan, pembelian rumah, perkawinan, pendidikan anak, dan sebagainya.
Tujuan lainnya dari investasi jangka panjang adalah untuk mendapatkan pendapatan pasif berkala seperti bunga, dividen, atau bunga sewa. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, investor jangka panjang biasanya mulai berinvestasi dengan modal yang cukup besar. Namun sebenarnya, investasi jenis ini juga bisa dilakukan dengan modal kecil, hanya saja keuntungannya tidak akan maksimal.
Macam-macam Investasi
Ada berbagai macam jenis investasi yang bisa Anda lakukan. Berikut adalah beberapa jenis investasi yang sedang populer belakangan ini:
1. Deposito
Deposito atau investasi berjangka waktu merupakan salah satu jenis investasi yang banyak diminati karena caranya yang sangat mudah dan tidak berbelit-belit. Jika Anda menabung dalam jumlah dan waktu tertentu, Anda akan mendapatkan bunga sebagai imbalannya.
Keuntungan dari deposito adalah tingkat pengembalian yang tetap, dan bunga yang dijanjikan lebih pasti. Sayangnya, Anda tidak dapat menarik uang sebelum mencapai jangka waktu yang telah disepakati sebelumnya.
2. Saham
Selain deposito, saham juga menjadi salah satu jenis investasi yang paling diminati. Secara teknis, Anda akan membeli saham di bursa efek, setelah itu Anda akan mendapatkan persentase hak kepemilikan perusahaan yang sahamnya telah Anda beli. Semakin besar persentase saham yang dimiliki, maka semakin kuat pula kekuatan Anda dalam perusahaan tersebut.
3. Obligasi
Obligasi adalah jenis investasi yang hampir mirip dengan saham. Bedanya, keuntungan yang Anda dapatkan lebih dinamis dan jumlah uang yang Anda dapatkan cenderung lebih pasti.
Misalnya, Anda membeli surat utang seharga Rp5.000.000,- untuk jangka waktu 10 tahun dengan bunga 10%. Namun, sebelum jangka waktu tersebut berakhir, Anda dapat mengambil uang dengan jumlah bunga yang disesuaikan.
4. Reksa Dana
Reksa dana adalah investasi di mana dana yang dikumpulkan dari beberapa investor akan digabungkan menjadi satu dan kemudian diinvestasikan di berbagai pasar modal.
Reksa dana dapat dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu: reksa dana pasar uang, reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana indeks.
5. Peer to Peer Lending
Peer to peer lending adalah salah satu jenis teknologi finansial atau financial technology (fintech) yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.
Secara singkat, peer to peer lending atau P2P lending merupakan wadah untuk lender (pemberi pinjaman) meminjamkan dana ke borrower (penerima pinjaman) dengan pengembailian (return) yang lebih tinggi.
Dalam hal ini borrower bisa mengajukan pinjaman dana dengan proses yang lebih mudah dan cepat daripada proses meminjam dana di lembaga keuangan konvensional seperti bank.
Panduan Cara Kerja Investasi
1. Pahami Konsep dan Risiko Investasi
Asuransi pada dasarnya sebuah mekanisme pengelolaan risiko finansial yang paling mudah. Setiap hal yang menimbulkan risiko bagi kondisi keuangan seseorang, sebaiknya memang diasuransikan. Kendati tidak semua hal bisa diasuransikan, tapi setidaknya ada dua jenis Asuransi yang sangat penting untuk dimiliki; yaitu Asuransi jiwa dan Asuransi kesehatan.
Bagi kalangan muda, dua jenis proteksi itu seringkali kurang diindahkan karena merasa risiko sakit dan meninggal dunia belum terlalu besar. Proteksi jiwa dan kesehatan kadang kala dianggap sebagai kebutuhan kalangan usia matang yang sudah berkeluarga saja. Tentu saja anggapan itu kurang tepat, karena tidak ada seorang pun yang dapat memprediksi datangnya risiko sakit atau meninggal dunia.
Jadi, bila bicara Asuransi mana yang lebih penting, maka jawabannya, baik beli proteksiĀ jiwa maupun beli proteksi kesehatan sama-sama penting. Akan tetapi, apabila masih dalam situasi harus membuat prioritas pengeluaran premi, bisa mempertimbangkan pilihan berdasarkan panduan berikut.
2. Miliki Tujuan Keuangan yang Jelas
Langkah berikutnya bila Anda hendak memulai investasi adalah mendaftar tujuan keuangan yang hendak dicapai melalui investasi. Tujuan keuangan secara sederhana dimaknai sebagai sebuah kondisi yang ingin diwujudkan terkait target dana finansial tertentu pada periode tertentu. Dengan memiliki tujuan keuangan, cara kerja investasi yang Anda lakukan dapat lebih terarah karena memiliki target dan strategi jelas.
3. Tentukan Instrumen Investasi
Setelah memiliki tujuan keuangan yang sudah di kategorisasi berdasarkan jangka waktu pencapaian, selanjutnya Anda bisa mulai menentukan pilihan instrumen investasi yang tepat sesuai time horizon tujuan keuangan dan profil risiko Anda. Time horizon sangat penting karena akan mempengaruhi penilaian terhadap risiko sebuah instrumen investasi dan efektivitasnya dalam membantu Anda mencapai target dana yang sudah ditentukan.
Contohnya, bila tujuan keuangan Anda adalah menyiapkan dana menikah 3 tahun lagi sebesar Rp100 juta, maka pilihan investasi yang tepat adalah instrumen dengan tingkat risiko rendah-menengah seperti reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap. Saham tidak disarankan untuk tujuan keuangan 3 tahun karena risiko fluktuasi harganya terlalu tinggi dalam jangka pendek.
4. Jalankan Investasi Secara Disiplin
Dalam berinvestasi, Anda perlu memiliki strategi yang tepat. Strategi membantu Anda mengoptimalkan modal yang Anda miliki agar bisa mencapai target investasi sesuai tujuan keuangan. Misalnya, untuk investasi reksa dana saham, Anda memilih strategi dollar cost averaging (DCA) atau investasi berkala setiap bulan karena Anda tidak memiliki waktu khusus untuk memantau pergerakan pasar saham harian. Ada juga strategi value investing dalam investasi saham, dan strategi-strategi lain yang bisa dipilih sesuai kenyamanan dan tujuan keuangan.
Jangan lupa untuk melakukan evaluasi kinerja investasi Anda secara berkala minimal setiap semester. Anda bisa mengecek kinerja dari laporan hasil investasi yang rutin dikirimkan oleh sekuritas atau manajer investasi terkait.
Lima panduan memahami cara kerja investasi di atas dapat membantu Anda untuk memulai investasi. Sebelum memulai berinvestasi alangkah baiknya bila dimulai dengan memiliki kesiapan finansial. Beberapa indikator kesiapan finansial di antaranya adalah: kondisi arus kas keuangan surplus atau tidak defisit, beban cicilan utang terkendali tidak melebihi 30% nilai pendapatan rutin bulanan, serta sudah memiliki dana darurat minimal sebanyak 30% dari target nilai emergency fund yang ideal.
Amartha, Platform Investasi Terbaik yang Menguntungkan
PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha sebagai salah satu fintech peer to peer lending dengan fokus pada pembiayaan modal kerja dan pemberdayaan perempuan pengusaha mikro di desa juga melihat konsern ini sebagai salah satu fokus bidang usahanya.
Meskipun dalam bentuk online, Amartha sudah terjamin keamanannya. Karena merupakan usaha di bawah PT Amartha Mikro Fintek yang bergerak di bidang layanan pinjam dana dengan basis teknologi (P2P lending) dan diawasi langsung oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan dengan nomor registrasi KEP-46/D.05/2019.