Tokoh Dunia yang Memiliki Gaya Kepemimpinan Otoriter

Diktator dan Otoriter

Mungkin ada yang bertanya-tanya apakah kaitannya antara Diktator dan gaya kepemimpinan Otoriter. Supaya tidak bingung, mari kita liat dibawah ini pengertian kata Diktator dan Otoriter. Pengertian Diktator adalah seorang pemimpin sebuah negara atau lembaga yang memimpin dengan otoriter dan kejam dan juga ikut menindas rakyatnya.

Sementara pengertian Otoriter adalah sebuah paham pemerintahan di dalam sebuah negara atau lokasi yang menempatkan segala bentuk kekuasaan terhadap negara atau pemimpin negara tersebut tanpa memperhatikan aspek-aspek kebebasan individu.

Maka dapat dikatakan seseorang yang dapat disebut diktator jika memenuhi dua ketentuan yakni mereka yang memimpin dengan gaya otoriter dan menindas rakyat. Dengan begitu, tidak tiap-tiap pemimpin yang memakai gaya kepemimpinan otoriter mempunyai pandangan negatif yang bakal menyiksa rakyatnya. Otoriter cuma sebuah gaya kepemimpinan yang terpusat terhadap pemimpin dan negaranya.

Dalam dunia modern ini, di mana sebuah negara atau lembaga mempunyai kebebasan di dalam bersuara dan mengekspresikan pendapatnya, tetap ada pemimpin-pemimpin yang menjalankan kelembagaannya secara efisien dengan gaya kepemimpinan otoriter.

Sebut saja sebagai contoh para pemimpin negara seperti Presiden Amerika Donald Trump, Presiden Brazil Jair Bolsonaro dan Presiden Filipina Rodrigo Deuterte. Para Presiden kenamaan ini, dapat menduduki posisi puncak sebagai orang nomer satu di negara bukan dengan peperangan atau dengan kudeta. Melainkan secara sah lewat penentuan umum, dimana suara terbanyak yang dapat menentukan. Sekalipun, jika kemungkinan kemenangan di pihak mereka ditunaikan dengan cara yang terkesan agresif.

Sosok pemimpin denngan gaya kepemimpinan otoriter, secara positif menggambarkan seseorang yang kuat dan dapat menjalankan ketentuan dengan tegas, tertata dan bakal benar-benar didambakan bagi mereka yang menyukai kepatuhan dan keteraturan.

Walau sesungguhnya, perlu juga mempertimbangkan ciri-ciri keras yang kemungkinan bakal berdampak negatif nantinya. Kelebihan dan kekurangan dari para pemimpin otoriter ini, dapat kita pelajari dari sebuah bangsa dan fenomena peristiwa mereka. dapat juga kita pelajari efek yang ditimbulkan para pemimpin otoriter.

 

Pemimpin dengan Gaya Kepemimpinan Otoriter

Berikut ini para pemimpin dunia yang menganut gaya kepemimpinan otoriter, diantaranya:

1. Mustafa Kemal Ataturk

Runtuhnya kesultanan Usbani di tahun 1922 setahun setelahnya Ataturk menjabat sebagai presiden Republik Turki. Ataturk membentuk Partai Rakyat dan membentuk rezim partai tunggal dengan mencanangkan cita-cita suatu negara modern dan sekuler.

Menggunakan wibawa dan kharismanya untuk memperkenalkan program reformasi secara luas. Reformasi selanjutnya juga melaksanakan penghapusan kekhalifahan, yang mendasari otoritas religius para sultan, dan institusi muslim.

Disebut dengan ideologi Kemalisme atau Ataturkisme menunjukkan enam prinsip: Republikanisme, nasionalisme, populisme, stateisme, sekularisme, dan revolusionisme. Di tahun 1926, Presiden Mustafa Kemal Ataturk menghalau saingan politiknya denngan tuduhan konspirasi pembunuhan sebagai dakwaan.

Tak lain, apa yang dilakukannya berdasarkan dengan kepercayaan mengubah Turki jadi negara modern bersama kecanggihan politik.

  

2. Fidel Castro

Fidel Castro mendeklarasikan dirinya sebagai PM Kuba tahun 1959. Gagal menjalin jalinan diplomatik dan jalinan dagang dengan Amerika Serikat, ia menegosiasikan senjata, perjanjian kredit, dan pertolongan makanan Uni Soviet. Dan secara kejam memerintahkan penahanan dan eksekusi lawan-lawan politiknya.

Dalam perjuangannya melawan efek AS di lokasi karibia, Castro menasionalisasikan sumber-sumber kekuatan Kuba, membentuk pertanian kolektif, dan membentuk negara sosialis satu partai, dan juga mengirim sejumlah besar orang kaya Kuba ke penjara.

Fidel Castro seorang pemimpin yang menganut mengerti Marxis garis keras kala banyak negara komunis runtuh. Sekalipun begitu, diketahui Castro merupakan seorang pemimpin yang didukung dan dicintai oleh rakyatnya.

 

3. Soeharto

Sebagai Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto merupakan presiden terlama yang menjabat Presiden di Indonesia, yakni selama 32 tahun. Setelah berkuasa, secara tegas ia memusnahkan Partai Komunis Indonesia yang dinilai tidak seiring dengan ideologi Pancasila.

Pada masa pemerintahannya, segala suatu hal yang berbau komunis dihancurkan. Jabatan kepresidenannya berakhir sesudah masyarakat yang diwakilkan oleh mahasiswa mengupayakan memintanya untuk turun jabatan.

Protes masyarakat ini dipicu karena semakin melemahnya perekonomian Indonesia. Tahun 1998 Soeharto mundur dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, B.J Habibie. Isu beredar jika, di masa jabatannya para aktivis atau masyarakat yang bertentangan dengan kebijakannya bakal di penjara juga diculik, karena terindikasi sebagai golongan komunis.

 

4. Saddam Hussein

Saddam merupakan pemimpin Arab yang paling kukuh menentang Amerika dan Barat. Sekalipun beliau meninggal dengan cara tragis dan dihujat di Barat tapi dipuja di jalanan kota-kota di Arab. Peristiwa 11 September 2001 dimana AS berperang melawan terorisme dan sudah menjatuhkan pemerintahan Taliban di Afghanistan, bersikeras juga untuk menyerang Irak yang dituduh mempunyai senjata pemusnah massal dan mempunyai kaitan bersama Al Qaeda.

Presiden Saddam yang dipuji sebagai pemimpin yang berani menentang Israel dan Barat. Ia merupakan lambang ketangguhan Arab melawan agresi Barat. Namun tahun 2003, setelah suatu serangan besar pasukan AS yang dibantu Inggris, berhasil menaklukan Irak. Saddam Hussein, dikabarkan ditangkap pasukan masyarakat di rumah bawah tanah di area kelahirannya, Tikrit.

 

Gaya Dalam Memimpin

Rupanya secara keseluruhan, sekalipun terkesan mempunyai pandangan keras yang disertai tindakan arogan dengan mengeksekusi lawan dan penghalang mereka. Satu kecenderungan yang serupa adalah tak lain untuk memuluskan jalur dan ideologi yang mereka pegang demi bangsa dan negaranya.

Maka tak heran, sekalipun mempunyai gaya kepemimpinan otoriter, para penguasa ini selalu mempunyai pendukung yang setia. Kita pun dapat mengenal, gaya kepemimpinan otoriter seseorangdengan beberapa cirinya seperti dibawah ini.

 

Karakteristik Kepemimpinan Otoriter

·       Para pemimpin otoriter adalah seseorang berorientasi pada tugas.

·       Pemimpin otoriter memberi instruksi dengan jelas berkenaan apa yang wajib dicapai, kapan wajib ditunaikan dan bagaimana wajib dilakukan.

·       Pemimpin mengontrol semua ketentuan dan menerima sedikit masukan dari anggota. Pemimpin otoriter menyebabkan pilihan berdasarkan gagasan dan penilaian mereka dan jarang menerima anjuran dari pengikut.

·       Anggota group bakal mendapat pengawasan ketat.

·       Peluang untuk kreatifitas terbatas dan pekerjaan cenderung benar-benar kaku dan terstruktur

·       Peraturan yang ada akan dijabarkan secara detail, dikomunikasikan dengan jelas, supaya tidak ada ruang untuk menyimpang

Dilihat sari segi positifnya, Kepemimpinan otoriter akanbenar-benar efisien di dalam sebuah suasana yang mengalami perubahan signifikan. Para pemimpin otoriter yang cakap dan pakar di bidangnya dapat diandalkan di dalam membuat keputusan cepat disaat situasi dengan ketidakpastian.

Ketegasan pemimpin di dalam memberikan anjuran terhadap bawahan benar-benar penting. Dengan begitu, semua orang akan sejalan untuk meraih tujuan yang diharapkan, sehingga mengurangi  motif kepentingan pribadi.