Transformasi digital mengundang kagum para miliniel dalam menilai sebuah investasi. Banyaknya informasi yang beredar di jagat maya mengenai keuntungan berinvestasi, mengakibatkan investasi menjadi sebuah langkah yang alternatif untuk memperbaiki finansial.
Banyak jenis investasi yang digemari oleh masyarakat terkhususnya milenial. Seperti halnya investasi Peer to peer. Konsep yang dibangun pada investasi ini adalah meminjamkan uang kepada orang atau kelompok dengan bunga yang telah disepakati.
Sederhananya Peer to peer adalah platform yang mempertemukan antara yang memberikan pinjaman (lender) dan yang membutuhkan dana (borrower). Bila pada investasi lain fluktuasi harga menjadi makanan sehari-hari, namun untuk Peer to peer hal tersebut tidak ditemui.
Mengingat bahwa dana yang diinvestasikan dijadikan dana pinjaman ke orang yang membutuhkan sehingga keuntungan didapat dari bunga yang diberikan kepada peminjam, dan resiko terburuknya si peminjam tidak mampu untuk membayar.
Untuk anda tertarik mencoba investasi Peer to peer (P2P) lending setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar investasi yang anda lakukan membuahkan hasil yang baik.
1. Pilih Perusahaan P2P lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Masyarakat sering terjebak memilih perusahaan investasi yang tidak masuk dalam OJK, sehingga rentan terkena modus penipuan. Dengan memastikan perusahaan investasi yang anda pilih terdaftar di OJK menjadi sebuah langkah yang bijak karena perusahaan yang telah terdaftar pasti sudah lolos kriteria OJK sehingga pengelolaan dana pada perusahaan tersebut jelas.
2. Manajemen Proteksi Dana yang Baik
Beberapa perusahaan akan melimpahkan 100 persen kerugian kepada investor bila peminjam tidak mampu untuk membayar. Tentunya hal ini sangat merugikan bukan? .Maka dari itu pilihlah perusahaan yang memiliki sistem proteksi dana yang baik. Setidaknya jika peminjam tidak dapat mengembalikan dana yang telah dipinjamkan, total uang yang telah diinvestasikan tidak hilang semua.
3. Memilih Perusahaan atau Usaha yang Akan Didanai
Keuntungan investasi jenis ini para investor dapat memilih pada siapa mereka mau meminjamkan dana. Maka dari itu pilihlah perusahaan atau usaha yang memiliki prospek yang baik dan jelas, dengan demikian anda dapat terhindar dari gagal bayar.
4. Perbanyak Literasi
Mengetahui banyak informasi mengenai finansial dapat membantu anda memahami mekanisme dari investasi yang anda lakukan sehingga membantu anda untuk mengetahui sejauh mana platform yang anda gunakan berjalan dengan baik atau tidak
5. Sebarkan Investasi ke Beragam Pinjaman
Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan risiko kerugian yang terjadi dalam fintech investment adalah menyebar investasi. Misalnya saja, jika kamu ingin berinvestasi sebagai pendana, jangan beri seluruh dana yang kamu miliki kepada satu kreditur atau peminjam sebab potensi kerugian menjadi sangat besar. Lebih baik sebarkan dana yang kamu miliki ke beberapa kreditur, dengan begitu, potensi kerugian menjadi lebih kecil dan potensi keuntungan membesar.
6. Jangan Gunakan Tabungan untuk Berinvestasi
Memisahkan uang tabungan dan uang investasi menjadi salah satu upaya untuk menekan risiko yang mungkin terjadi dalam fintech. Dalam investasi peer to peer landing misalnya, dana yang telah ditanamkan tidak bisa diambil kembali hingga kreditur mengembalikan atau mencicil pinjamannya.
Jadi akan sangat berbahaya jika pinjaman yang diberikan berasal dari uang tabungan. Ketimbang mengambil tabungan untuk keperluan lain, lebih baik siapkan pos tabungan baru yang memang dialokasikan untuk berinvestasi di bidang fintech.
7. Jangan Bertaruh dengan Pendanaan Fintech Lending
Investasi fintech adalah proses penanaman dana untuk mendapat keuntungan yang berlipat ganda, jadi terlalu berisiko jika menjadikan investasi hanya sebagai perjudian. Persiapkan seluruh data yang dibutuhkan sebelum berinvestasi, lakukan riset mendalam, pelajari betul bidang atau pihak yang hendak diberi dana. Dengan begitu, kamu bisa lebih yakin ketika memutuskan untuk menginvestasikan dana ke suatu bidang fintech atau ke kreditur.
8. Berinvestasilah dengan Keyakinan Penuh
Setelah memahami setiap risiko yang mungkin terjadi dan menyiapkan strategi untuk mengantisipasinya, maka yang terakhir perlu dilakukan adalah meyakinkan diri. Investasi akan jauh lebih baik ketika dijalankan dengan penuh keyakinan sehingga apapun yang terjadi tidak akan menjadi masalah.
Amartha, Pilihan Perusahaan Investasi Peer to Peer Lending Terbaik
Amartha berdiri sejak tahun 2010 yang awalnya sebagai lembaga keuangan mikro. Seiring dengan perkembangannya, kini Amartha menjadi fintech peer-to-peer lending yang menghubungkan langsung pengusaha mikro dengan pemilik modal secara online.
Amartha menawarkan keuntungan menarik baik bagi pemodal maupun peminjam. Bagi pemodal, keuntungan yang bisa diperoleh, diantaranya:
- Transparansi terkait dengan informasi tentang profil calon peminjam yang disertai dengan skor kreditnya, sehingga memudahkan pemodal untuk mempertimbangkan risiko sebelum membuat keputusan untuk memberikan pendanaan.
- Dalam akad perjanjian, pemodal bisa mengetahui secara jelas data diri peminjam dan tujuan dari peminjaman modal tersebut.
- Informasi angsuran ditampilkan secara online pada dasbor akun pemodal.
- Imbal hasil yang tersedia bisa ditarik kapan saja sehingga bersifat likuid.
- Pemodal dapat memperoleh tingkat pengembalian yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan menggunakan instrumen investasi konvensional.
Itu tadi 8 tips memilih perusahaan investasi terbaik, semoga bermanfaat 😊